Umum

X FILES

X FILES

Leonita Lestari

19 Apr 2022
 

Naga-naganya, untuk sekarang dan selanjutnya, terduga penjahatnya ya cuma segelintir orang yang terlihat mengeroyok itu saja. Bila kemudian ada tambahan, bukan orang dengan spesifikasi seperti yang tertanam dalam pikiran kita. Mereka masih dalam kasta bukan siapa-siapa.

Konon enam orang telah ditetapkan sebagai pihak yang mengeroyok Ade Armando. 

Nama-nama itu telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya. Orang-orang itu adalah person yang terlibat dalam pengeroyokan Ade Armando. Orang-orang itu terlihat dan mudah dideteksi keberadaannya. Oknum itu hanya teri bukan kakap.

Mereka HANYA tameng. 

Kabarnya orang ini sudah ditangkap. 

Diduga kuat, dia berinisial AP. Oleh penyidik kepolisian, AP ini diduga telah menjadi salah satu provokator yang berujung jatuhnya korban Ade Armando.

Polisi telah menetapkan AP menjadi tersangka meski tidak terlibat langsung dalam pengeroyokan Ade Armando.

Bisa jadi, dia adalah salah satu ikan cukup besar sebagai penghubung ikan yang lebih besar lagi. Polisi punya kans mencari benang merah sebagai bukti keterkaitan AP dengan banyak kakap sebagai sosok besar bersembunyi di balik dirinya. 

Bila kelak penyidikan itu ternyata hanya berhenti padanya, dia tak lebih dari ikan teri belaka. Teri yang sedikit lebih gemuk.

Bisa jadi, dia hanyalah satu dari ribuan orang di negeri ini yang siap berkorban demi junjungannya.

Ya…data bahwa ada banyak orang telah terindoktrinasi paham radikal bukan lagi katanya-katanya. Orang-orang seperti inilah yang kelak akan selalu muncul sebagai tameng.

Seringkali, militansi nya yang sangat tinggi karena faktor panggilan iman itulah yang konon membuat mereka mudah untuk dimanfaatkan. 

Kelak Mereka hanya akan disebut proxy.

Mereka akan berjuang dengan dedikasi tinggi namun dengan biaya sangat murah. 

Kelak, mereka adalah juga orang-orang yang akan dengan mudah didatangkan pada banyak aksi namun sekaligus akan mudah untuk dibuang.

"Masak penyidik ga bisa mengaitkan itu dengan pemilik peran yang lebih besar?"

Yang tak terlihat pada pengeroyokan Armando dan namun terlibat, pasti banyak.  

Namun bukan perkara mudah untuk mencari tautannya. Selain benang merah yang seringkali sengaja dibuat kabur, biasanya, secara tiba-tiba, akan muncul banyak rambu yang datang entah dari mana menghampiri para penyidik tersebut.

Bukan karena polisi kita tak punya kapasitas, seringkali, sebelah kakinya pun sengaja diikat. 

Sisi sebelah dari kapasitas mumpuni yang dimiliki para penyidik kita itu sengaja dikunci dengan maksud. 

Di Tambah dengan rambu-rambu baru yang tiba-tiba muncul, adakah peristiwa pengeroyokan Ade Armando yang kelak hanya berhenti pada 6 penjahat kelas teri itu saja menjadi masuk akal? 

Tonton saja film seri The X File, ada urutan masuk akal bisa jadi rujukan. Selalu ada selaput tipis tak mungkin ditembus demi melindungi kepentingan politik. 

Terkait kepentingan publik pada peristiwa pengeroyokan Ade Armando, kelak akan ada berita bahwa penjahatnya SUDAH DITANGKAP. Dan layar panggung ditutup tanda selesai.

Itu adalah cerita dengan aktor lapangan yang selalu berganti, hamun juga cerita dengan seting tak berubah dari masa ke masa. 

Dulu ada Ninoy Karundeng, saat ini hadir Ade Armando. 

Dulu selalu dibilang ada pendana dan hingga dalang di belakang semua itu, kini dugaan yang sama juga muncul. Itu cerita tragis yang terus dan terus berulang. 

Konon beredar kabar bahwa BEM UI bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) akan menggelar Kongres Rakyat pada tanggal 18 April 2022. 

Selain itu, BEM UI bersama AMI juga akan melaksanakan Aksi Nasional pada tanggal 21 April 2022.

Itu masih terkait isu yang relatif sama yakni penolakan perpanjangan masa jabatan Presiden maupun ide Presiden 3 periode.

Akankah demi itu akan butuh tumbal lagi? 

Entahlah….yang jelas, mereka yang berwacana dan berungkap ingin jabatan Presiden diperpanjang, justru aman tenteram tanpa sedikitpun terusik. Pun dalang demo yang berdiri di sisi sebelah berlawanan dan mampu menggerakkan massa. 

Keduanya bukan bagian dari kasta rendahan. Mereka adalah segelintir orang sebagai sang pemilik privilege negeri ini.

(NitNot-KK)

Tonton versi video, silahkan klik

https://youtu.be/En4q19VbJ4s


Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads