Umum

WONG SOLO TABOK PRIYAYI SOLO

WONG SOLO TABOK PRIYAYI SOLO

Leonita Lestari

26 Aug 2021
 

Pemerintah atau dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah berhasil mengamankan uang negara senilai Rp 1,2 triliun dari rekening PT Timor Putra Nasional (TPN) yang diblokir di Bank Mandiri.

Itu berdasar putusan Peninjauan Kembali (PK) kedua yang diajukan oleh PT Timor Putra Nasional terhadap Putusan PK pada Perkara 118 di PN Jakarta Utara terkait kasus pemblokiran uang Rp 1,2 triliun di Bank Mandiri.

Kini, pemerintah kembali menagih Timor Putra melalui KPKNL Jakarta V. Menurut pemerintah, TPN saat ini masih mempunyai hutang kepada negara sebesar Rp 2,37 triliun.

"Banyak amat hutangnya?"

Itu baru TPN saja. Perusahaan Tommy banyak banget. Menurut Mahfud MD berdasar perhitungan terkini hutangnya adalah Rp 2,6 triliun dan masih bisa berubah setelah Tommy datang pada panggilan nanti.

Itu terkait skandal BLBI yang menyeret sebanyak 48 obligor dan debitur dengan nilai sebesar Rp 111 triliun. Pemerintah telah membentuk satgas untuk mengejar obligor tersebut dan dipimpin oleh Rionald Silaban yang juga merupakan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

"Tommy nyerah?"

Gak lah.. Tommy gitu loh..!! Nyerah jelas bukan kebiasaannya. Lha Hakim Agung yang pernah vonis dia saja dilawan kan? 

"Kita akan gugat Menkeu perihal tuduhan perbuatan melawan hukum," demikian kata Rico Pandeirot, kuasa hukum PT Timor Putra Nasional.

Menurutnya Itu telah menjadi sengketa jual beli cessie (hak tagih piutang) Timor Putra yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Februari 2008 dan terkait dengan pihak ke 3. 

"Aset Timor sudah diambil BPPN dan kemudian dibeli Vista Bella selanjutnya dibeli oleh Amazonas. Sekarang sengketa ini masih dalam proses banding," jelasnya.

Apa pun kata kuasa hukum Tommy, Pemerintah ternyata juga telah memiliki landasan hukum. Pada PK kedua yang diajukan Tommy dan kalah, di sana juga ada putusan yang menjadikan Menkeu sebagai pemegang hak tagih atas seluruh utang PT TPN kepada Pemerintah RI.

Dengan demikian, PT TPN dianggap tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan upaya hukum lain atas perkara mengenai utang PT TPN. 

Paling tidak itu adalah apa yang diucapkan oleh Kepala Biro Advokasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu Tio Serepina Siahaan.

"BLBI? Itu tahun 1998 bukan? Koq baru bisa ditagih sekarang sih?"

Entahlah...mungkin karena konon trah keluarga Tommy adalah Solo, dia yang dari Pacitan bukan mustahil malah dibuat minder kan? 

Tommy yang pernah divonis hukuman penjara selama 15 tahun pada 26 Juli 2002 faktanya justru bebas bersyarat pada tanggal 30 Oktober 2006 bukan?

Sepertinya memang hanya wong Solo asli yang akan sanggup menjadi lawan pantas sekaligus lawan menakutkan bagi Priyayi Solo itu.

Bukan hanya Tommy, Bambang Tri pun sudah merasakan bagaimana galaknya pemerintahan wong Solo berbadan kurus itu. Dia telah merasakan bagaimana sakitnya dicegah bepergian ke luar negeri. 

Si kurus asli Solo itu memang nekad…


(NitNot-KK)

Follow me on :

Instagram

Twitter

Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads