Umum

VAKSIN YUK…

VAKSIN YUK…

Leonita Lestari

27 Jun 2021
 

Saya sekeluarga sudah terdaftar sebagai penerima vaksin. Hari senin tanggal 28 Juni kami berlima akan menerima suntikan pertama. Bagaimana dengan anda?

"Kenapa harus vaksin?"

Flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918 hingga 1919 adalah contoh kasus paling serupa yang dapat kita jadikan rujukan bagi pandemi Covid-19 ini. 

Dalam skala, flu Spanyol juga mengglobal sama persis dengan Covid-19. Dunia secara bersama-sama terinfeksi flu tersebut dalam waktu sangat singkat.

Dalam cara penularan, sangat mirip dan maka pola 3M juga telah diterapkan pada pandemi flu Spanyol.

Dalam jumlah korban tertular, flu Spanyol sangat mengerikan. Jumlah penduduk dunia pada masa itu adalah 1.6 miliar dan yang tertular adalah 500 juta orang. Itu mendekati angka 30%. 

Dalam jumlah korban meninggal, ada sekitar 50 juta orang atau 10% dari jumlah orang yang tertular dan 3% dari jumlah penduduk dunia.

"Bagaimana flu Spanyol menghilang?"

HERD IMMUNITY.

"Katanya herd immunity baru dimungkinkan bila 70% orang sudah tertular, koq itu 30% sudah tercapai?"

Manusia sekarang memiliki sarana untuk bergerak dengan sangat cepat dan masif. Alat transportasi sudah sangat maju dan komunitas tempat berkumpul manusia telah pula saling terhubung. Hampir tak ada lagi daerah yang terisolasi dari peradaban. Dunia telah makin mengecil dalam jarak.

Tidak dengan manusia jaman itu. Masih sangat banyak tempat yang terisolasi dan yang pasti, alat transportasi massal tak sebanyak saat ini. Penularan hanya terjadi pada tempat-tempat yang memiliki koneksi terhubung sebagai komunitas plural. 

Tidak semua negara sudah terhubung saat itu namun Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan dunia, tercatat sebagai tempat dimana korban meninggal dengan jumlah yang besar. Ada sekitar 4 juta orang Indonesia meninggal dunia akibat flu Spanyol.

Virus flu Spanyol yang bermutasi menjadi sangat ganas pada periode keduanya telah membuat korban yang terinfeksi meninggal dengan sangat cepat. Inang dengan Jumlah meninggal yang sangat banyak dan dalam tempo sangat singkat telah membuat virus tersebut kesulitan mencari tempat baru. Tak ada lagi orang sehat yang dapat dihinggapi dan kemudian virus itu hilang dengan sendirinya.

Itulah makna herd immunity. Tak ada lagi tersedia inang bagi bagi virus itu melompat dan berbiak. Bahwa masih ada sekitar 40% manusia sehat di dunia yang seharusnya dapat menjadi inang demi memenuhi kuota 70%-nya, ke 40% manusia itu tak terhubung dengan lokasi di mana virus itu sedang ngamuk. 

Virus itu tak memiliki peluang melompat dan kemudian mati karena termin waktu terbatas usia hidupnya tanpa inang.

Vaksinasi dalam bahasa vulgar adalah menularkan virus pada mereka yang sehat dengan tujuan terjadi imunitas atau kekebalan tubuh.

"Kenapa harus ditularkan?"

Secara sederhana, tubuh diajari untuk tahu siapa musuh berbahayanya. Musuh dalam rupa virus itu dimasukkan ke dalam tubuh namun dalam kondisi sangat lemah. 

Ibarat tawanan, tangan dan kaki diborgol, mata dan telinga ditutup plus tubuh telah dibuat sama sekali tak berdaya dengan obat bius misalnya, dia dibawa masuk. Virus yang dimasukkan kedalam tubuh adalah virus yang sudah sangat-sangat tak berdaya.

Adakah musuh dalam keadaan tangan kaki terikat dan mata telinga tertutup plus dalam kondisi lemas karena dibius akan memiliki daya untuk melawan? Virus itu dengan sangat mudah akan dihancurkan oleh tubuh kita dan sejak saat itu, tubuh kenal dengan baik siapa musuhnya dan kekebalan tubuh terhadap variant virus tersebut otomatis akan muncul. Tubuh menjadi imun.

Bila 70% masyarakat Indonesia telah tervaksin dengan benar, herd immunity akan terjadi. Bila herd immunity tercapai, sama dengan variant flu Spanyol, virus Covid-19 ini akan musnah dengan sendirinya. Kenapa? Karena tak ada lagi tersedia inang yang akan dijadikan tempat baginya untuk berbiak.

Masih takut divaksin? Jangan..!! Banyak bapak dan ibu dari anak-anaknya telah menjadi korban dan meninggalkan anak-anaknya menjadi yatim piatu dan kita tak mampu berbuat banyak. Banyak saudara, kakak, adik, anak dan orang tua kita terkapar dan tak ada jalan selain kematian sedang akan menjemput karena tak ada lagi ruang tersisa pada banyak Rumah Sakit yang ada.

Kita harus bertindak. Dengan bersama-sama, dengan keterlibatan masif kita bersama, kita akan melawan pandemi itu. Cara kita terlibat hanya dengan bersedia di vaksin sehingga 70% kuota seolah telah terpapar terpenuhi dan pandemi ini berhenti.

Ayo sediakan waktu dan beranikan diri divaksin demi saudara-saudara kita sendiri dan demi Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Bagi teman-teman yang memiliki informasi vaksinasi massal di daerahnya masing-masing, mohon berikan informasi agar berita baik itu segera dapat tersebar dengan lebih luas.

(NitNot-KK)

Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads