Umum

TEKNOLOGI TAK BISA DIBENDUNG LAGI

TEKNOLOGI TAK BISA DIBENDUNG LAGI

Khadavi

27 Jun 2021
 

Ada sebagian masyarakat kita yang cara berpikirnya mundur atas kehadiran teknologi yang dianggap dapat menggantikan peran kerja manusia. Sebagai perbandingan, dalam dunia perang, hadirnya teknologi alutsista canggih menguntungkan suatu negara.

Tentara Amerika Kembangkan Drone dari Printer 3D

Yaitu negara yang lebih menguasai persenjataan dengan teknologi modern. Seperti perang antara Azerbaijan vs Armenia tahun 2020 lalu, di mana Armenia tidak mampu melindungi tentaranya dari gempuran drone canggih Bayraktar TB2 milik Turki dan drone Harop punya Israel.

Kedua jenis drone, alutsista super canggih yang dimiliki Azerbaijan tersebut mampu meluluhlantakkan pertahanan militer Armenia hingga memaksa mereka untuk letakkan senjata. Bahkan PM Armenia dipaksa mundur atas kekalahan perang tersebut.

Gambar

Dalam bidang pertanian. Kehadiran teknologi dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah pengangguran. Padahal sejatinya keberadaan teknologi diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, efisiensi waktu, hingga kualitas hasil pertanian yang lebih memuaskan.

Saya kasih contoh paling sederhana.

Menggunakan mesin penanam padi dapat menekan modal secara signifikan daripada harus membayar upah mahal para petani lain untuk menanam. Selain itu, para petani juga diuntungkan dari segi waktu yang lebih efisien.

Menggunakan tenaga manusia untuk menanam padi lebih merugikan. Karena mengingat, para petani yang menerima upah adalah si petani yang juga akan memberi upah untuk petani lain ketika ia ingin menanamkan padi di hari berikutnya. Belum lagi biaya makan siang.

Gambar

Meninggalkan kebiasaan lama tersebut bukan berarti melupakan tradisi nenek moyang. Karena petani seluruh dunia hari ini kejar-kejaran untuk mendapatkan teknologi terbaik agar memperoleh hasil pertanian yg memuaskan .

Jangan mengeluh ketika pemerintah melakukan impor beras, karena menunggu ketidakpastian hasil panen padi para petani nasional untuk mencukupi beras konsumsi nasional. Jangan juga menuduh pemerintah tidak pro petani nusantara karena harga gabah yang murah.

Baca Juga : Pintar Saja Tidak Cukup

Seperti Budiman Sudjatmiko katakan: Sistem pangan yang ada saat ini sama sekali tak menguntungkan petani di desa. Oleh karenanya perlu adanya sosialisasi dan peningkatan pengetahuan kepada petani terkait penggunaan teknologi hasil pertanian.

Gambar

Baca Juga : Bukit Algoritma Bukan Sekedar Simbolik

Budiman Sudjatmiko katakan: Sistem pangan yang ada saat ini sama sekali tak menguntungkan petani di desa. Oleh karenanya perlu adanya sosialisasi dan peningkatan pengetahuan kepada petani terkait penggunaan teknologi hasil pertanian.

(Khadavi-KK)

source: twitter Remaja Muslim @pencerah__



Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads