Umum

KENAPA BUDIMAN SUDJATMIKO YANG DISERANG..?

KENAPA BUDIMAN SUDJATMIKO YANG DISERANG..?

Leonita Lestari

25 Jun 2022
 

Tiba-tiba sosok itu dianggap berbahaya. Tiba-tiba, entah karena apa, serta merta banyak mata tertuju padanya dengan sorot mata takut. Sekaligus takjub.

Seperti magic, seperti sosok penunggang gelombang dalam tulisan Herodotus saat bercerita tentang hebatnya pelaut Nusantara zaman pelayaran rempah kuno, seperti tak bertanda dalam wujud sinyal, sang pembawa perubahan itu seolah tiba-tiba sudah datang begitu saja di tengah mereka. Mereka takut. Pun juga ada kalut disana.

Bila kepentingan para pihak tak ingin tergilas tuntas, singkirkan sosok itu sebelum tumbuh dan berakar. Buang jauh sebelum semua hanya akan menjadi cerita usang yang selalu berulang sesal dalam makna TERLAMBAT.

Demikianlah Budiman Sudjatmiko hari-hari ini dilihat. Caranya hadir telah membuat orang mulai gak nyaman. Mereka merasa TERANCAM.

Dan maka, persekongkolan pun harus segera dinisbatkan. Mereka mencari kait saling terkait. Bila tak ada tautan dapat dikaitkan, clickbait pun tak perlu dimaknai sebagai rasa pahit.

Judul SESAT dalam rupa clickbait sebuah berita "KPK Dalami Proyek Fiktif BUMN Kontraktor Bukit Algoritma" tiba-tiba ramai dibicarakan.

Dalam berita itu, KPK mengendus adanya dugaan kerugian negara yang dilakukan BUMN konstruksi PT Amarta Karya atau AMKA dalam mengerjakan proyek di tahun 2018 sampai 2020. 

Hubungan PT AMKA yang adalah main contractor proyek Bukit Algoritma di Sukabumi Jawa Barat itu serta merta segera dibuat tautannya.

Tak hanya Bukit Algoritma disebut, nama Budiman Sudjatmiko pun ditautkan dalam rapi narasi seolah semua adalah saling terkait.

Bukit Algoritma merupakan proyek yang digagas PT Kiniku Nusa Kreasi dan PT Bintang Raya Lokalestari. Keduanya membuat perusahaan Kerja Sama Operasional bernama PT Kiniku Bintang Raya, yang ketua pelaksananya diisi Budiman Sudjatmiko, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus Komisaris PT Perkebunan Nusantara V. Demikian narasi tertaut dan ditautkan mereka buat.

Adakah hal salah atas narasi itu?

Ga ada. Itu memang data benar dan tak ada unsur hoax. Bukan salah AMKA mau menjadi Kontraktor Utama proyek Bukit Algoritma, pun demikian sebaliknya Bukit Algoritma pilih AMKA menjadi Kontraktor. Itu bisnis.

Yang ga beres adalah judulnya. Yang ga masuk akal adalah cara membuat tautan dalam judul bahwa kerugian itu seolah dan cenderung mengarahkan pembaca bahwa disana ada terkait dengan Bukit Algoritma dan Budiman Sudjatmiko.

Faktanya, kerugian yang diberitakan dan diderita oleh AMKA adalah tahun 2018-2020, padahal kerjasama Bukit Algoritma dan AMKA baru terjadi pada 2021.

Di sisi lain, proyek Bukit Algoritma adalah proyek swasta yang bukan memakai dana dari APBN dan maka juga bukan objek bagi KPK.

Dan satu hal penting yang lain, dia yang sedang dibidik KPK pada kasus AMKA adalah direksi lama dan maka direksi itu sudah diganti.

Disinilah clickbait mereka pakai. Disinilah para pihak yang takut dengan caranya Budiman muncul mencari cara agar di mata banyak pihak sosok itu adalah sosok tak baik. Sosok yang tak bersih dan punya catatan hukum tak elok.

Mereka paham bahwa banyak pembaca kita senang dengan baca judul saja dan maka kelompok itu adalah target yang mereka sasar. Luar biasanya, mereka yang share, adalah mereka yang pintar dan terdidik dengan baik.

Mereka para penyebar berita itu bukanlah orang dengan latar belakang gak baik apalagi penjahat, mereka hanya sales dengan upah.

"Kenapa Budiman?"

Ajak saja dia bicara dan debat tentang kondisi rakyat di akar rumput, sifat2 Lubang Hitam dan fisika kuantum, apa bedanya otoriterisme dan totaliterisme, beda kapitalisme dan sosialisme sejarah Eropa dan Amerika (Utara atau Selatan).

Tanya perspektifnya terkait Perang Dunia II atau Perang Dingin, tentang desa2 Indonesia dan geopolitik, tentang pendidikan dan budaya atau manfaat rekayasa genetik utk peradaban, dia akan fasih melayani.

Berapa banyak politisi atau tokoh yg berani membicarakan ini sekaligus di depan publik?

Mengambil cuitan Anak Kolong, "Dia bukan anak Jenderal, bukan anak mantan Presiden, bukan anak ketum parpol, bukan anak pemilik stasiun TV, dia pengayuh sepeda, yg terkadang harus memanggul sepedanya sendirian", Budiman hadir oleh sebab cantik paras jiwanya.

Seperti penunggang gelombang, seperti sosok berbaju compang camping yang tiba-tiba muncul dari balik samudra luas dengan kapal yang kondisi layarnya pun tak kalah buluk dengan pakaiannya, dia datang mengalahkan kemustahilan.

Dia memang menggetarkan….!!

(NitNot-KK)

Tonton versi video, silahkan klik

https://youtu.be/-ShG7aGVup4


Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads