Umum

REFORMASI MENANG, TIRANI TERJUNGKAL

REFORMASI MENANG, TIRANI TERJUNGKAL

Leonita Lestari

12 Jan 2022
 

Dia bukan Pangeran pada trah sebuah dinasti politik. Dia bukan pion yang di make up dengan aksesoris pangeran sebagai kaki tangan, dan maka dia duduk pada jabatan tertentu. Bahkan, dia pun dianggap belum layak hanya karena belum pernah menjadi kepala daerah.


Padahal, dia adalah sosok yang berdiri paling depan pada perjuangan bangsa ini melawan tirani. Dia menyediakan dirinya menjadi target dari bidikan moncong senjata sebagai bahasa baku dan satu-satunya milik sang penguasa Orde Baru, REPRESIF.


Dia menantang tirani dengan mandat demokrasi dan kebebasan. Dengan gagasan dan ide tentang kebebasan, dia tampil dalam banyak orasi menggugah. Dia MELAWAN.


Dia memang terlihat seolah kalah dan harus terjungkal dalam nestapa penjara selama 13 tahun. Namun perlawanan gigih dan tak kenal  takut telah mampu membuat koyak benteng pertahanan sang diktator.


Terengah-engah sang diktator kini menunggu waktu. Badan tua dengan banyak koyak pada tubuhnya juga semakin terlihat. Dan itu adalah celah perlawanan besar mendapatkan saat dan momentum. 


Massif dan kolosal perlawanan teman-teman seperjuangannya dalam wajah jelata dan mahasiswa tak menunggu jeda. 

REFORMASI menang, tirani terjungkal.


Dan kita hingga hari ini seolah masih enggan untuk meliriknya hanya karena dia bukan trah, dia bukan pion bagi sosok kuat di belakangnya sekaligus karena dia tak pernah menjabat Kepala Daerah.


(NitNot-KK)



Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads