Umum

PERTAMINA SALIP TESLA

PERTAMINA SALIP TESLA

Leonita Lestari

22 Nov 2021
 

"Pak Erick, pak Ahok saya masukkan ke Pertamina ya pak?"


"Waduh...😲!"


"Loh koq waduh..? Pak Erick takut?"


"Waduh kebetulan banget maksud saya pak... Itu bukan too good to be true kan pak?


"Tak kira bapak takut hehehehe.... Ya bukan to pak, itu serius pak Erick.


"Saya senang sekali pak Presiden. Dari kapan-kapan saya sudah punya ide itu tapi saya takut minta sama bapak."


"Ya diantisipasi saja penolakan yang akan muncul nanti. Pasti besar banget."


"Siap pak.."


(Percakapan Presiden dan Erick Thohir ini 100% tak pernah terjadi. Ini hanya reka-reka penulis saja.)


Dan benar, Serikat Pekerja Pertamina Bersatu langsung melakukan perlawanan. 


Demo dan ancaman dengan blasting suara yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif oleh banyak pihak langsung menjadikan isu bahwa Ahok masuk Pertamina menjadi pusat pembicaraan seantero negeri.


Seperti biasa, Jokowi tak ambil pusing dengan dengan perlawanan semacam itu. Dalam benaknya, apa yang menjadi pilihannya dan diprotes terlalu ramai, itu justru menyimpan kebenaran.

Pertamina bukan mustahil adalah pusat dari sarang tikus dengan potensi kerugian negara paling besar dan harus segera dibersihkan. Data bahwa selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya memberi subsidi hingga 1.300 triliun atau lebih dari 350 miliar sehari untuk subsidi BBM, menyisakan tanya peran BUMN tersebut.


Bisa dibayangkan betapa besar pesta selalu tergelar pada perusahaan negara itu. Betapa besar uang negara lenyap tanpa nilai produktif demi kemajuan negara ini.


Erick Thohir memasukkan Ahok sebagai Komut membantu Nicke Widyawati yang telah duduk sebagai Dirut demi target memperbaiki kinerja Pertamina.


Dan benar, Pertamina langsung berhasil mencatat kinerja keuangan positif dengan mencetak laba bersih sebesar USD 1,05 miliar atau sekitar Rp 15,3 triliun pada 2020.


Dengan pendapatan USD 41,47 miliar pada tahun buku 2020, Pertamina masuk dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2021. BUMN energi ini berada di peringkat 287 pada Fortune Global 500 menyalip posisi banyak perusahaan raksasa lain.


Pertamina langsung berada di atas posisi industri migas Repsol yang berada pada peringkat 381, Coca-Cola 370, Tesla 392, dan Danone yang berada pada peringkat 454.

Trio Erick Thohir, Ahok dan Nicke Widyawati terbukti mampu menerjemahkan keinginan Presiden Jokowi.


(NitNot-KK)


Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads