Umum

PANJENENGAN MEMANG HEBAT PAK!

PANJENENGAN MEMANG HEBAT PAK!

Leonita Lestari

12 Oct 2021
 

Salah satu janji kampanyenya pada 2014 adalah divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51%.  Itu langsung tuntas pada 2018.

"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait dari dirut PT Inalum dan dari CEO dan dari dirut PT Freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2% sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Itu mematahkan mitos bahwa Freeport adalah perusahaan yang lebih galak dibanding negara. Kabar itu lama telah mereka tiupkan. Ternyata, Jokowi lebih gahar dibanding siapapun dibalik Freeport. Mereka bertekuk lutut KO ketika Presiden tetap bergeming dari keinginannya. Mereka lesu dalam raut muka kecewa dan tertunduk diam manakala dokumen divestasi itu ditandatangani.

"Kabarnya Presiden pernah ditakut-takuti gitu?"

Konon kabar itu benar adanya. Orang-orang terdekatnya pernah membisiki untuk berhati-hati manakala menyentuh masalah Freeport.

"Saya ditakut-takuti waktu mau ambil Freeport. Pak presiden hati-hati kalau mau ambil Freeport," kata Jokowi di Gor Mastrip, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019).

Presiden mengaku, pada saat mendapatkan informasi tersebut pun dia langsung mempertanyakan risiko apa yang akan didapat usai berhasil menjadi pemegang saham mayoritas.

"Hati-hati seperti apa? Hati-hati kalau bapak berani ambil Freeport, Papua akan goncang. Saya ke Papua, kok biasa-biasa saja. Nggak masalah," ujar Presiden.

Pun ketika isu bahwa pemerintah AS dikhawatirkan akan marah pada pemerintahan Jokowi, beliau dengan santai berungkap ;

"Saya ketemu Obama saat proses pengambilalihan, nggak ngomong sama saya juga. Ketemu presiden sekarang Trump, nggak nyinggung-nyinggung juga, berarti hanya nakut-nakuti saya aja. Itu urusan bisnis. Tapi yang dulu-dulu ditakuti-takuti. Nggak ada yang masalahkan itu," kata Presiden.

Faktanya, Indonesia memang telah mengakuisisi PT Freeport Indonesia lewat holding BUMN Pertambangan, PT Inalum (Persero) dengan nilai mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun. Untuk membeli 51% saham PT Freeport Indonesia ini, Inalum menerbitkan surat utang global senilai US$ 4 miliar, salah satu nilai terbesar sepanjang sejarah RI. 

Dengan kesepakatan tersebut, Indonesia kini memiliki kendali mutlak atas cadangan terbukti dan terkira di lapangan PT.FI yang secara kasar bernilai Rp 2.400 triliun. Itu terdiri dari 38,6 miliar pound tembaga, 33,8 juta ounce emas, dan 156,2 juta ounce perak.

"Percuma juga kalau smelter nya masih di Australia to? Bisa apa kita?"

Kabar bahwa Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur kita dengar. Setibanya di Bandara Internasional Juanda, Jokowi langsung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik. 

Di sana, Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pembangunan pabrik pemurnian atau smelter di kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu menelan investasi sebesar Rp 42 triliun. 

Smelter ini diproyeksi menghasilkan 35 ton emas per tahun!!

Sementara nilai transaksinya kurang lebih akan mencapai Rp 30 triliun.

Tidak hanya itu, pembangunan smelter ini akan menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja. Diharapkan, tenaga kerja yang terserap dalam pembangunan ini adalah mayoritas warga Jawa Timur.

"Saya mendapat laporan bahwa smelter yang akan dibangun dengan desain single line ini, terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480.000 ton logam tembaga. Ini besar sekali," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dulu, Menteri Keuangan Sri Mulyani. Melalui akun Facebooknya pernah berungkap kesulitan mengambil alih saham Freeport. Itu tidak hanya dialami oleh Pemerintahan Presiden Jokowi. Kesulitan juga pernah dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Puluhan orang dekatnya berbisik "jangan lakukan itu". Skeptis rakyat yang tak suka padanya pun berkata dengan nada yang sama.

Faktanya, bukan hanya saham Freeport kita ambil, bahkan pemurniannya pun kini telah sampai pada babak sangat mencengangkan, smelter terbesar di dunia itu telah mulai dibangun di Gresik Jawa Timur dan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden pada Selasa 12 Oktober 2021 ini.

Kehadiran smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik ini akan menjadi daya tarik bagi industri lain, khususnya industri turunan tembaga, untuk masuk ke KEK Gresik.

Hanya masalah waktu saja bahwa kota Gresik akan menyusul menjadi salah satu kota termakmur di Indonesia. Dan itu, sekali lagi, adalah apa akibat ketika seorang yang bukan siapa-siapa diberi kesempatan untuk menjadi Presiden.

Panjenengan memang hebat Pak!


Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads