Umum

JALAN TERJAL ANIS 2024 TERSANDING HOKI AHOK

JALAN TERJAL ANIS 2024 TERSANDING HOKI AHOK

Leonita Lestari

27 Oct 2021
 

Dia dibuat dan dibangun dengan konstruksi spesifik. Tidak untuk yang lain-lain. Tak ada sedikitpun data dalam konstruksinya bahwa bangunan itu akan dapat dikembangkan pada suatu saat kelak.

Dia dihadirkan hanya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bukan untuk yang lain-lain. Dua kreator utamanya yakni Gerindra dan PKS tak pernah pada masing-masing benaknya ingin menjadikan Anis sebagai Presiden pada 2024 kelak.

"Kenapa Anis?"

Dia antitesa Ahok. 

Arab disandingkan dengan China. Entah bagaimana caranya itu kemudian menjadi "Pri" versus "Non pri", adalah pintarnya para sales dari kedua partai tersebut.

Anis yang Muslim disandingkan dengan Ahok yang non muslim. Entah bagaimana caranya tiba-tiba ucapan Ahok di Kepulauan Seribu dapat dijadikan titik tembak mematikan dan dia diidentifikasikan telah menghina agama, itu adalah pintarnya kelompok itu.

Ahok yang dianggap sangat dekat dengan Jokowi disandingkan dengan Anis yang pernah dipecat oleh Jokowi. Ahok yang temperamen dilawankan dengan Anis yang santun.

Tak ada sosok lain selain Anis yang mampu mengisi celah sempit bagi super power Ahok selain sosok itu.

"Kenapa Jakarta?"

Bagi Gerindra, membuat runtuh dominasi PDIP di Pusat adalah pintu terdekat bagi cita-cita masuknya sang Ketua Umum ke istana Presiden yang selalu tertunda. Itu sangat penting bagi gelaran Pilpres 2014.

Bagi PKS, memutihkan Jakarta adalah target lebih penting. Memiliki pijakan kuat di pusat pemerintahan dengan politik agama akan memberi warna lebih tegas pada arah perpolitikan nasional ingin mereka tuju.

Bonus mereka dapat manakala Ahok tergelincir dalam ucapan. Keduanya tiba-tiba seolah mendapat moment sempurna. Keduanya dalam bersama seperti mendapat durian runtuh.

Dari Jakarta serangan brutal dan masif pada peristiwa 411 dan 212 yang terlihat seolah justru tertuju ke istana dapat kita jadikan bukti mereka ingin menggoyahkan pemerintahan pusat bahkan jauh sebelum pilpres 2019 digelar.

"Jadi sejak awal Anis memang hanya untuk Gubernur saja?"

Untuk Pilpres 2024 Gerindra sudah punya Prabowo Subianto. Pun PKS, baru-baru ini Mardani mengatakan bahwa partainya akan fokus menyiapkan Ketua Majelis Syuro PKS untuk 2024.

Mardani bahkan menyarankan Anies agar fokus menyelesaikan masa kepemimpinannya di DKI. Ia mengingatkan Anies agar tak terlalu menanggapi dukungan dan deklarasi oleh para relawan. 

"Jangan terlalu menanggapi deklarasi-deklarasi ini. Bukan berarti menolak. Itu sih hak relawan. Mas Anies fokus aja ngurus Jakarta," katanya saat menanggapi deklarasi untuk Anis.

Menurut Mardani, keputusan menyiapkan Salim Segaf di 2024 telah menjadi keputusan Dewan Syuro.

Bahwa survey selalu menempatkan Anis pada urutan minimal 3 besar, dia tak pernah memiliki kendaraan bagi caranya ingin pergi pada pesta kontestasi Pilpres. 

"Bukankah dari Nasdem pernah terdengar suara ingin mendukung Anis?"

Kalau benar, isu itu hanya seperti tawaran sewa menyewa saja. Itu seperti isu mahar PKS dan PAN pada cerita Sandiaga Uno yang pernah dicuitkan oleh Andi Arief saat Pilpres 2019 yang lalu.

Nasdem dengan perolehan 9,05 persen tak mencukupi sebagai kendaraan itu. Butuh paling tidak dua partai lagi bergabung demi ambang batas pencalonan Presiden yang bersyarat 20 persen. Nasdem bisa mengajak PAN dan PPP yang belum terdengar punya jagoan untuk dimajukan sebagai capres misalnya. 

PAN memiliki perolehan suara 6,84 persen dan PPP dengan 4,52 persen. Tapi Itu pasti berbiaya sangat mahal.

"Seberapa mahal sih?"

Saat wawancara dengan Refly, Sandiaga Uno pernah berkata bahwa dia telah mengeluarkan paling tidak 300 miliar rupiah dari koceknya saat ingin menjadi Wakil Gubernur. 

Bukankah isu bahwa dia harus bayar mahar pada PKS dan PAN masing-masing 500 miliar agar dapat menjadi Cawapres Prabowo juga sempat mengemuka? Paling tidak , itu pernah muncul dalam cuitan Andi Arief.


Konon, bahkan Sandiaga Uno dalam beberapa wawancara pernah berujar bahwa duitnya yang berjumlah kurang lebih 5 triliun rupiah itu telah berkurang 1/3 nya saat akhir masa kampanye pilpres 2019. Dia harus keluar uang hingga triliun rupiah hanya untuk menjadi cawapres, itu pun kalah.

Adakah Anis memiliki dana sejumlah itu demi sewa kendaraan? 

Bila ya, kejar setorannya saat menjadi Gubernur patut kita curigai. Mencapai angka triliunan rupiah hanya dalam 5 tahun mski dia adalah gubernur dengan PAD terbesar di Indonesia, itu masih terdengar mustahil. 

Dulu, isu bahwa Anis tak keluar duit dari kocek pribadinya saat dicalonkan menjadi Gubernur DKI telah sering kita dengar. Memiliki modal sebagai antitesa Ahok sudah lebih dari cukup dibanding dengan harta pribadinya yang konon memang tak banyak.

"Bukankah ada banyak broker siap diajak gabung untuk membiayai itu semua?"

Bila dalam setiap survei Anis selalu menang dengan perolehan significant selalu diatas 40 persen misalnya, bukan mustahil akan banyak broker siap berdiri di belakangnya. Faktanya, perolehan yang ada hanya selalu berkisar pada belasan persen saja. Bahkan terlalu sering di bawah posisi Prabowo.

Di sisi lain, bukankah suara dukungan pada Anis sangat mungkin adalah suara yang dulu juga milik Gerindra dan PKS yang nantinya akan berdiri sebagai lawan?

Bila terjal jalan harus dilalui, jalan itu makin terlihat luar biasa sulit bagi Anis. Panggung politik sebagai Gubernur tak lagi dia miliki saat 2022 nanti, dan itu adalah perkara serius. Dia akan menjadi orang biasa tanpa jabatan dan otomatis tanpa sorotan media. Itu mustahil bagi sebuah pencitraan.

Jangankan dapat kendaraan dengan performa balap bagi pencapresan, pemilik kendaraan bagi balapan dia pada Pilgub DKI 2024 nanti pun bukan mustahil akan sulit didapatnya. 

Skenario bagi rencana menumbangkan Ahok telah tuntas. Pun kepentingan sesaat 2 partai pendukungnya saat Pilgub yang lalu, kini juga telah berubah. Orientasi dua partai pendukung Anis pada Pilgub 2017 yang lalu pasti sudah tak sama lagi dengan 2024 nanti dan maka tidak akan ada kata otomatis akan kembali mencalonkan Anis yang bukan kader partai manapun.

Anis adalah sosok yang sengaja dihadirkan untuk tugas spesifik yaitu menumbangkan Ahok. Saat alasan itu tak ada lagi, saat sisi lebihnya sebagai antitesa Ahok tak lagi memiliki nilai relevan, adakah alasan untuk tetap mempertahankannya masih memiliki nilai?

Itulah politik... Anis akan kesulitan bahkan bila hanya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI meski dirinya sangat berhasil membuat senang banyak pihak sekalipun.

Terlepas dari semua itu, Anis adalah sosok paling beruntung. Jabatan terakhirnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan segala kontroversinya akan tercatat dalam lembar sejarah pada Provinsi itu. . 

"Adakah dia tak akan membawa pulang cuan besar saat pulang?"

Bukankah senyum sumringahnya tak pernah berdusta sebagai jawab?

"Tetap saja dia lebih hebat dibanding Ahok dong?"

Saat Anis tak memiliki kendaraan politik untuk menjadi apapun pada 2024 nanti, isu santer bahwa Ahok justru akan diangkat oleh presiden menjadi Penjabat Gubernur di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur kita dengar.

Sebagai Ibu Kota Negara, provinsi tersebut akan menjadi tempat kedudukan bagi lembaga negara, perwakilan negara asing, dan hingga perwakilan organisasi internasional.

Bentuk pemerintahan provinsi ibu kota negara itu akan diselenggarakan oleh gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Namun, sebelum gubernur dan wakil gubernur definitif terpilih, presiden nantinya akan mengangkat penjabat gubernur dari aparatur sipil negara.

Penjabat gubernur akan dilantik bersamaan dengan pemindahan status provinsi ibu kota negara, sebagaimana bunyi Pasal 9 pada RUU IKN tersebut.

Siapakah tak ingin tinggal di tempat di mana Gubernurnya adalah Ahok? Yang tak suka hanya kaum itu saja. Kaum yang ingin berbalik pada jaman batu manakala banyak saudaranya telah berangan piknik ke Mars dan angkasa luar. Kaum yang akan kehilangan panutannya pada 2022 saat masa jabatan banyak Gubernur telah habis. 


Mereka akan tercerai berai tanpa pegangan apalagi pendanaan yang pasti. Dan Indonesia, negeri ini sepertinya justru akan tampak lebih damai.


(NitNot-KK)

Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads