Umum

HARUSKAH PPKM DIPERPANJANG?

HARUSKAH PPKM DIPERPANJANG?

Leonita Lestari

13 Jul 2021
 

Bila anda adalah 1 dari segelintir manusia di planet ini yang mampu berbiaya mahal dengan tinggal di tengah laut dengan kemewahan yacht selama berbulan-bulan tanpa pernah lagi menginjak tanah selama pandemi ini, anda bukan bagian dari orang yang pusing dengan kebijakan negara.

Bila anda adalah bagian dari sedikit rakyat Indonesia yang tinggal di kawasan elit di mana kanan, kiri, depan dan belakang rumah anda semua rumahnya bernilai minimal 5 miliar rupiah, anda juga bukan bagian yang akan pusing dengan apa yang akan diambil sebagai pilihan jalan oleh pemerintah dalam mengatasi pandemi ini.

Bila anda adalah pegawai negeri, tentara, polisi dan hingga politisi yang tak serta merta berkurang pendapatan bulanan anda karena krisis berkepanjangan ini, anda masih bukan bagian yang harus takut bila pemerintah meliburkan anda meski sebulan, dua bulan bahkan setahun.

Ketika saya adalah orang di kapal yacht, ketika saya orang kaya yang tinggal di kompleks elit dan ketika saya adalah pegawai yang tak sedikit pun berkurang pendapatan bulanan saya karena diliburkan pemerintah, bagi saya pribadi oke aja dengan PPKM Darurat yang diambil oleh pemerintah.

Kita berbicara dari apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat. Itulah kebenaran yang ada dan kita miliki. Meski subyektif, itu adalah wakil dari kebenaran yang ada dari dalam diri kita dan kita meyakininya.

Namun tidak demikian dengan mayoritas rakyat Indonesia yang kebanyakan adalah petani, nelayan, pedagang kecil, buruh dan hingga orang-orang yang pendapatannya adalah selalu terkait dengan kerja hari ini untuk makan hari ini pula. Mereka tidak mengerti bahasa orang-orang itu. 

Yang mereka tahu, hari ini tak bekerja, hari ini anak-anaknya menangis sambil memegang perutnya. Yang mereka tahu, 10 atau 50 ribu rupiah hari ini tak mereka dapatkan, esok hari beban akan semakin menindihnya. Yang mereka mengerti, hidup butuh makan dan maka kerja tak perlu dilarang, mereka pun bukan sedang ingin minta jatah dari negara.

Ramai-ramai tolak PPKM di DIY - Kabarkota.com

Bukan tentang PPKM Darurat ini tak boleh dan tak pantas dipilih oleh pemerintah, semua tahu kedaruratan ini memang harus diambil meski dengan sangat terpaksa demi keselamatan rakyat yang lebih banyak. 

Semua tahu dan maka tak ada perlawanan significant dilakukan oleh rakyat. Mereka masih melihat sosok jujur Jokowi dan maka mereka tetap mendukungnya meski harus melebarkan ruang sabarnya selebar mereka mampu.

Namun ketika ada isu bahwa PPKM Darurat ini akan kembali diperpanjang, tidakkah ini harus kembali dikaji dengan seksama?

Di luar sana, kita mendengar ada yang dengan leluasa masih menari dalam iringan nestapa rakyat. Mereka menimbun obat dan oksigen yang sangat dibutuhkan. 

Tak sedikit pula dari mereka yang sudah amat sangat kaya itu memanfaatkan dana luar biasa besar dari pemerintah bagi rumah sakit justru untuk makin membesarkan perutnya yang sudah buncit. Bau amis korupsi tercium di mana-mana.

Tak ada yang ingin bencana ini terjadi. Tak ada pula yang ingin PPKM Darurat ini harus diambil oleh negara. Semua yang mengerti dan mengenal Presidennya tak marah ketika kebijakan itu terpaksa harus beliau ambil. Namun, mereka yang mengerti dan mengenal Presidennya ini juga manusia yang butuh makan, butuh biaya sekolah anaknya hingga tempat untuk berteduh.

PPKM Mikro Diperpanjang Dinilai Memberatkan Pelaku Usaha

Apa pun kebijakan negara setelah 20 Juli nanti sebaiknya mengikutsertakan unsur derita rakyat kebanyakan. Benar adanya mereka yang isoman diberi bantuan, namun mereka yang kemarin baru bisa berdagang kembali dan tiba-tiba orang beli harus hanya dengan cara online padahal mereka cuma jualan pecel di kampung untuk warga kampung itu saja, adakah online membantu? Rakyat yang dalam kondisi seperti ini luar biasa banyak.

Ingat viral tambal ban harus online? Pernik sedih seperti ini luar biasa banyak terjadi dan memang tak mungkin dapat disisir satu persatu. Macam pekerjaan kreatif masyarakat kita memang luar biasa banyak.

FAKTA Video Viral Satpol PP yang Sebut Tambal Ban Online, Rekaman Dipotong,  Kini Dapat Penghargaan - Tribunnews.com Mobile

Pada satu sisi negara hadir demi keselamatan rakyat yang lebih banyak, namun negara harus juga hadir bagi mereka yang terdampak secara tak langsung. Apapun masalahnya, bagaimana pun caranya, itulah maka orang yang terpilih harus mampu mencari solusinya.


(NitNot-KK)

Ingin ikut menulis? silahkan daftar

Ads